Pages

Sunday, June 5, 2011

Mengendarai nafsu~

 BismiLlahi walhamduliLlah..

-sayyidul istighfar-


Salam di Bulan Rejab.

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغّنا رمضان
 
Maksudnya: "Ya Allah Ya Tuhan kami, anugerahkanlah keberkatan untuk kami pada Rejab dan Syaaban, dan sampaikanlah kami Ya Allah hingga Ramadan (yakni panjangkan umur kami YaAllah sehingga kami dapat bertemu dengan Ramadan)
Allahumma ameen. Semoga dalam rahmat dan redhaNya sentiasa. Entry kali ini, saya cuba mengupas tentang cara untuk mengawal nafsu. Nafsu yang bersarang di dalam diri kita terkadang menjadi tuan tanpa disedari.. Kalau ia bersifat berterusan, pasti diri akan binasa. Bicara yang tidak terlalu padat, ringkas untuk diamalkan bersama, insyaallah.

Perhatikan nafsumu, apa kesukaannya sehinggakan ia terlalu terarah kepada sesuatu perbuatan. Hakikat nafsu, sukakan sesuatu yang menyenangkan tetapi kesenangan itulah yang mengundang murka Allah.

Firman Allah s.w.t :

“..sesungguhnya nafsu sering menyuruh kepada kejahatan..” (Surah Yusuf : 53)

Kenalilah nafsu al-muthma’innah yang ada dalam jiwamu, sejauh mana kekuatannya telah mengajakmu kepada kebaikan, dan nafsu ini jarang sekali muncul dalam diri kita di luar ibadah kecuali pada saat-saat musibah melanda, atau saat-saat kita melihat dan mendengar berita dari kebesaran Tuhan, pasrah tertunduk menerima ketentuan Tuhan serta munajat berharap rahmat dan kasih sayang-Nya.


Cuba bandingkan kedua nafsu di atas mempunyai warna yang jauh berbeza, yang pertama (nafsu amarah dan juga nafsu lawwamah) selalu membuat kita putus dari dzikir dan munajat, tapi yang kedua selalu mengajak kita untuk dekat pada Allah dalam munajat, maka yang harus kita lakukan adalah memimpin nafsu amarah dan lawwamah kepada sikap dan sifat nafsu mutma’innah dengan cara seperti berikut:

1)      Puasakan “perutmu” dari makanan dan minuman (semampumu).
  • Dengan berpuasa, perut kita akan mempunyai kosentrasi yang tinggi dalam menghindari hal-hal yang dilarang agama.
2)      Puasakan “lisanmu” dari ucapan yang tidak penting (semampumu).
  • Dengan puasa lisan kita akan selamat dari bertutur kata yang jelek dan menyakitkan kawan atau lawan.
3)      Puasakan “matamu”  dari hal-hal yang menggoda (ini harus).
  • Dengan puasa mata kita akan terhindar dari tipu daya dunia dan Allah akan curahkan hikmah dari setiap gerak dan kejadian.
4)      Puasakan “hatimu” dari kesibukan bermain dengan perasaan atau keluh kesah (ini harus).
  • Dengan puasa hati kita akan dilatih tahan dengan segala keluh kesah dan juga terlatih untuk selalu dzikir sirri walau aktiviti lahiriah terus berjalan 

Selamat beramal.. teruskan mujahadah melawan nafsu.

Sumber :click